Pages

Wednesday, 11 May 2016

Bantu Sebarkan!!!! Inilah Pertanyaan Musa Yang Membuat Seisi Ruangan Tercengung dengan Menantang Pendeta


“Pak Pendeta, di dunia ini ada beberapa orang yang hapal Al Qur’an di luar kepala. Adakah orang yang hapal Alkitab di luar kepala? ”
Di dunia ini mustahil ada yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun orang itu, mustahil dia bisa hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu yaitu buku yang demikian tidak tipis, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur’an. Al Qur’an yaitu buku yang demikian tipis, maka dari itu gampang dihapal. ”
(Jawaban pendeta itu begitu singkat, tidak rasional serta begitu merendahkan bahkan melecehkan AI Qur’an)
Dengan jawaban pak Pendeta hanya seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut mikropone yang ada ditangan akhwat itu, serta meneruskan pertanyaan akhwat tadi. (maaf di sini kami gunakan nama pengganti HILS)
HILS : “Maaf pak Pendeta, tadi ayah katakan bila Al Qur an yaitu buku yang begitu tidak tebal, maka dari itu gampang dihapal di luar kepala. Tetapi pak Pendeta, bila setipis-tipisnya Al Qur’an, ada sekitaran 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tetapi sebenarnya di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an di luar kepala. Bahkan anak kecil walau banyak yang hapal di luar kepala, meskipun berarti belum dipahami. Saat ini hamba bertanya pada pak Pendeta, Alkitab itu terbagi dalam 66 kitab bukan? Apabila pak Pendeta hapal satu surat saja di luar kepala (1/66 saja), semuanya yang ada di sini jadi saksi, hamba akan kembali masuk agama Kristen lagi! Mari silahkan pak Pendeta! ”
Hafal Injil, Bible, Kitab Suci Kristen
Mendengar tantangan hamba seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin saja saja audiens yang muslim cemas, beberapa janganlah ada satu di antara Pendeta yang betul-betul hapal satu di antara surat saja di dalam Alkitab itu. Kalau ada yang hapal, berarti hamba mesti tepati janjiku yaitu harus masuk Kristen kembali. Lantaran beberapa Pendetanya diam, hamba lemparkan pada jemaat atau audiens Kristen yang dibelakang.
HILS : “Ayo kalian yang dibelakang, bila ada di antara kalian yang hapal satu surat saja dari Alkitab ini di luar kepala, sekarang ini semua jadi saksi, hamba bakal kembali masuk ke agama Kristen lagi, silakan!! ”
Masih tetap dalam keadaan tegang, dan memanglah hamba kenali persis bakal mustahil saja ada yang hapal walau satu surat saja di luar kepala, tantangan itu hamba robah dan turunkan lagi. Saat itu terdapat banyak Pendeta yang ada sebagai pembicara maupun sebagai moderator. Mereka itu usianya bermacam, ada yang sekitaran 40, 50 dan 60an tahun. Saat yang demikian menegangkan, hamba turunkan tantangan hamba ke titik yang paling rendah, dimana semua audiens yang ada, baik pihak Kristen ataupun Islam semakin tegang serta mungkin saja sport jantung.
HILS : “Maaf pak Pendeta, umur andakan sekitaran 40, 50 tahun serta 60an th. bukan? Bila ada di antara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, kalau PAS TITIK KOMANYA, sekarang ini semua jadi saksinya, hamba kembali masuk agama Kristen lagi!! Silakan pak! ” Kemelut yang pertama belum pulih, dengan mendengar tantangan hamba seperti itu, keadaan semakin
tegang, terlebih dipihak rekan-rekan yang beragama Islam. Mungkin saja saja mereka berasumsi hamba ini hilang ingatan, over acting, begitu berani, masak menantang sebagian Pendeta yang nyaris rata­rata bertitel Doctor hanya hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Situasi saat itu demikian hening, tak ada yang angkat suara, mungkin saja cemas, beberapa janganlah ada yang benar-benar hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Lantaran beberapa pendeta diam seribu bahasa, selanjutnya hamba lemparkan lagi pada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.
HILS : “Ayo siapa di antara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal pas titik komanya, sekarang ini hamba kembali masuk Kristen. Mari silahkan maju kedepan! ”
Kenyataannya tidak ada satu juga yang maju kedepan dari sekian banyak Pendeta maupun audiens yang beragama Kristen. Selanjutnya salah seorang Pendeta mulai bicara sebagai berikut :
PENDETA : “Pak Insan, senantiasa jelas saja, kami dari umat Kristiani memanglah tidak miliki kebiasaan menghapal. Yang utama buat kami mengamalkannya. ”
HILS : “Alkitab ini kan bahasa Indonesia, di baca selekasnya dipahami! Masak sebagian puluh tahun beragama Kristen dan sudah jadi Pendeta, selembar juga tidak terhapal? Kenapa? Jawabnya karena Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, maka­nya sulit dihapal lantaran tidak mengandung mukjizat! Beda dengan Al Qur’an. Di dunia ini ada jutaan orang hapal di luar kepala, bahkan anak kecilpun banyak yang hapal di luar kepala semua isi Al Qur’an yang sebagian ratus halaman.
Walaupun sebenarnya bhs tidaklah bhs kita Indonesia. Namun kenapa gampang dihapal? Lantaran Al Qur’an ini betul-betul wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, sampai dimudahkan untuk dihapal. Masalah mengamalkannya, kami umat Islam juga berusaha mengamalkan ajaran Al Qur’an.
Hamba meyakini apabila bebrapa bapak benar­-benar mengamalkan isi kandungan Alkitab, jadi jalan cuma satu mesti masuk Islam. Bukti lain bila Al Qur’an yaitu wahyu Allah, bila dari Arab Saudi diselenggarakan minggu Tilawatil Qur’an, lantas semuanya dunia terhubung siaran itu, kami umat islam bisa mengikutinya, bahkan dapat juga menilainya apakah bacaannya benar atau salah. Serta saat ikuti siaran acara itu, tidak perlu harus mencari kitab Al Qur’an cetakan tahun 2000 atau 2005.
Sembarang Al Qur’an tahun berapakah saja di ambil, tentu sama. Beda dengan Alkitab. Bila ada acara minggu tilawatil Injil disiarkan segera dari Amerika, lantas semua dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi referensi untuk di ikuti serta dinilai benar tidaknya? Keduanya sama bahasa Inggris saja beda versi, jadi begitu mustahil bila ada umat Kristiani bisa melakukan minggu tilawatil Injil, lantaran keduanya tidak sama. ”
Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu memperoleh sambutan hangat dan aplaus dari audiens yang beragama Islam. Oleh karenanya kami serius siapkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10. 000. 000. ­ (sepuluh juta rupiah) untuk siapapun umat Kristiani yang bisa hapal ayat-ayat Alkitab meskipun 100 lembar saja bolak balik atas cocok titik komanya. Untuk yang ingin cobanya, kami persilahkan hubungi kami jika ada yang dapat menghapalnya di luar kepala, tanpa ada harus buat satupun kesalahan.


Saturday, 7 May 2016

Inilah Wasiat Penting Rasulullah Kepada Para Suami Di Seluruh Dunia



Sebagai seorang Muslim, kita memiliki bekal Al-Qur’an dan sunnah Rasul dalam menjalani hidup dan mengatasi berbagai masalahnya, termasuk untuk urusan kehidupan berumahtangga.

Lelaki memiliki peran dan tanggung jawab khusus sebagai seorang kepala rumah tangga. Rasulullah juga selalu mencontohkan untuk berperilaku baik kepada Istri dan membahagiakan istri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Terimalah wasiat tentang memperlakukan wanita (istri) dengan cara yang baik. Karena sesungguhnya wanita ini diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang melengkung. Dan sesuatu yang paling melengkung itu adalah sesuatu yang terdapat pada tulang rusuk yang paling atas. Jika hendak meluruskannya tanpa menggunakan perhitungan yang matang, maka kalian akan mematahkannya. Sedang jika kalian membiarkannya, maka ia akan tetap melengkung. Oleh karena itu, terimalah wasiat memperlakukan wanita dengan baik.” (HR. Muslim).

Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa wanita memiliki tulang rusuk yang melengkung, yang bisa diartikan bahwa boleh jadi ada sifat atau 
 perangai dari seorang perempuan yang mungkin tidak disukai oleh laki-laki dan dianggap menyimpang oleh laki-laki. Misalnya saja sifat-sifat seperti cerewet, banyak mengatur, dan sifat-sifat kewanitaan lainnya yang mungkin tidak dimiliki lelaki dan dianggapnya mengganggu.

Maka, jika ingin membangun rumah tangga yang harmonis bersamanya, lelaki harus dapat memperlakukannya dengan baik tanpa mematahkannya, tapi juga tidak membiarkannya begitu saja karena akan tetap melengkung. Apalagi, seorang wanita juga menanggung beban yang tak kalah berat dalam rumah tangga, ia menjadi mengandung dan melahirkan anak-anaknya. Lebih dari itu, perempuan juga bertanggung jawab atas didikan sang anak karena Ibu adalah sekolah pertama seorang anak. Pada dasarnya, kedua belah pihak harus saling mengerti beban masing-masing dan saling mengingatkan.

Dalam hidup berrumahtangga, tentu kadang ada hal-hal yang tidak kita sukai dari pasangan, karena semua orang tentu punya sisi baik dan buruknya sendiri-sendiri. Mengenai hal ini, Rasulullah juga memiliki wasiat tersendiri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang mukmin hendaknya tidak membenci mukminat hanya karena satu perangai yang dianggap buruk. Sebab jika ia membenci datu perangai, maka pastilah ada perangai lain yang ia suka.”

Subhanallah. Semoga kita selalu menjadi pasangan-pasangan yang bahagia di dunia dan kembali bertemu di surga Allah. Aamiin.

Sumber: halhalal.com

Inilah Mengapa Kenapa Allah Melarang Wanita Haid Sholat



Haid atau menstruasi merupakan rutinitas yang dialami wanita dewasa setiap bulan.

 Ini terjadi karena aktivitas perubahan fisiologis dalam tubuh wanita, yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Dalam Islam, wanita yang sedang mengalami haid dilarang untuk melaksanakan shalat. Beberapa pihak menganggap larangan tersebut merupakan bukti bahwa wanita yang sedang haid dalam keadaan kotor dan najis.
Anggapan ini merupakan pemikiran feminis dan tidak berdasar. Hal ini membuat wanita seperti dosa saat mereka mengalami siklus alami tubuh. Padahal larangan melaksanakan shalat ketika haid bertujuan untuk kesehatan wanita itu sendiri. Islam berpandangan bahwa wanita yang sedang haid tetap suci dan bersih layaknya wanita umum lainnya, yang kotor dan najis adalah darah yang keluar saat haid, sehingga orang yang sedang haid tidak perlu dijauhi.

Rasulullah bersabda, Sesungguhnya mukmin itu tidak najis.” (HR. Al-Bukhari)

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”…. (Al-Baqarah: 222)

Larangan Islam terhadap wanita haid untuk melaksanakan shalat inipun mendapat tanggapan miring. Ada yang mengatakan bahwa haid diciptakan baik adanya agar dapat mengetahui tingkat kesuburan dan berguna untuk membersihkan darah dan tubuh. Selain itu juga bisa membersihkan area reproduksi dari berbagai bakteri, serta mengeluarkan kelebihan zat besi dari dalam tubuh. Jelas sekali tidak ada Hubungannya dengan Shalat dan Puasa.

Namun ilmu pengetahuan dan teknologi menjawab hal itu. Haid sangat ada hubungannya dengan kegiatan shalat yang diwajibkan dalam Islam. Allah SWT tidak mungkin Melarang wanita untuk shalat dan tidak boleh Puasa tanpa alasan.

Studi modern membuktikan bahwa gerakan shalat sama seperti olahraga sehingga dapat membahayakan wanita yang sedang haid.  Kegiatan ruku dan sujud dalam shalat berbahaya karena akan meningkatkan peredaran darah ke rahim yang akan dikeluarkan dalam bentuk darah menstruasi. Semakin banyak melakukan ruku dan sujud tentu saja Sel rahim dan indung telur ini akan semakin banyak menyedot banyak darah dari sistem peredaran darah.  Hasilnya banyak darah mengalir ke rahimnya dan kehilangan darah yang terus menerus juga mengakibatkan perempuan lebih gampang lelah, memiliki kadar emosi yang naik turun.

Selain itu, wanita menjadi rentan terkena anemia dan kehilangan zat besi ketika sistem peredaran darah banyak mengalirkan darah ke rahim yang dikeluarkan menjadi darah menstruasi.  Semakin banyak darah yang dikeluarkan, maka zat imunitasnya di tubuhnya akan hancur. Sebab sel darah putih berperan sebagai imun akan hilang melalui darah haid.

Jika seorang wanita shalat saat haid, maka ia akan kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini berarti akan kehilangan sel darah putih. Jika ini terjadi maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak akan terserang penyakit.

Inilah hikmah besar di balik larangan syariat agar wanita haid untuk shalat hingga ia suci. Al-Quran dengan sangat cermat menyebut

Selain itu, wanita tidak dianjurkan untuk berpuasa demi menjaga asupan gizi makanan yang ada didalam tubuhnya dan kesehatan fisiknya  disebabkan karena kehilangan banyak darah yang keluar membuatnya gampang Lelah, memiliki kadar emosi yang naik turun, serta rentan terkena anemia

Para medis menganjurkan agar ketika dalam keadaan haid, wanita banyak beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Agar darah dan logam (magnesium, zat besi) dalam tubuh yang berharga tidak terbuang percuma.

Selama masa Haid ini, seorang perempuan seharusnya lebih memperhatikan asupan gizi dan kondisi kesehatan fisiknya. Seperti makan makanan kaya zat besi (contohnya bayam, daging-dagingan, dan ati ampela), makanan tinggi protein (contohnya telur dan ikan), makanan tinggi serat (sayur berdaun dan buah-buahan), dan sumber vitamin C yang membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Dalam kondisi tertentu, perempuan juga dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah yang kaya akan zat besi untuk membantu proses pembentukan darah  dan mencegah anemia.

Nah, bisa dibayangkan kalau saja perempuan yang sedang Haid masih diwajibkan berpuasa, bakal banyak perempuan yang mengalami anemia kronis karena sepanjang hdupnya ia harus berpuasa disaat seharusnya ia membutuhkan asupan nutrisi dan zat besi yang cukup untuk kesehatan tubuhnya.

Nah sudah terjawab kan kenapa Islam begitu melarang wanita haid lakukan shalat dan berpuasa. Semoga artikel ini menambah keimianan dan terimakasih sudah membaca.

Siapa Yang Menciptakan Tuhan? Jawaban Lucu Dr Zakir Naik “Skak Mat” Ateis



Biasanya, forum-forum Dr Zakir Naik selalu serius. Namun kali ini, ribuan orang tertawa beberapa kali ketika Dr Zakir Naik menjawab pertanyaan seorang dokter dari Rumah Sakit Sanjay yang menanyakan siapa pencipta Tuhan.
Siapa Yang Menciptakan Tuhan? Jawaban Lucu Dr Zakir Naik “Skak Mat” Ateis ( Video )
“Aku adalah Dr Sure Khan Puar dari Rumah Sakit Sanjay. Terima kasih atas ceramahmu tentang Quran adalah firman Tuhan. Lalu siapakah yang menciptakan Tuhan dan dari mana Tuhan berasal?” tanya dokter tersebut.
“Saudara ini bertanya dengan sangat bagus. Jika Quran adalah firman Tuhan, siapakah yang menciptakan Tuhan? Pertanyaan sangat bagus. Jika aku bertanya padamu, bahwa temanmu John melahirkan seorang anak. Dapatkah kau menebak anak itu laki-laki atau perempuan?” jawab Zakir Naik seraya balik bertanya.
“Tidak”
“Laki-laki atau perempuan?”
“Aku tidak bisa menebak”
“Cobalah. Setidaknya 50 persen tebakanmu benar”
“Ya, 50 persen. 1 berbanding 2”
“Oke, katakan padaku”
“Laki-laki” Hadirin tertawa mendengar jawaban tersebut.
left;"> “Laki-laki. Saudara, bisakah seorang pria melahirkan bayi?”
“Tidak”
  “Laki-laki atau perempuan?”
“Tapi bisa saja temanku John itu wanita” Sebagian hadirin kembali tertawa.
“Aku bertanya padamu, temanmu, John. Aku tidak tahu ada wanita bernama John”
“Bisa saja ada lah”
“Oke, misalnya temanmu yang pria, dia pergi ke rumah sakit. Dia melahirkan seorang anak. Apakah laki-laki atau perempuan?”
“Perempuan” kali ini ribuan hadirin tertawa lebih keras.
“Dapatkah seorang pria melahirkan anak?”
“Tidak-tidak” jawab pria tersebut sembar tertawa, sementara sebagian hadirin masih terus tertawa.
“Nah, sekarang kau paham. Seorang pria tidak melahirkan bayi. Jadi tidak ada pertanyaan bayinya laki-laki atau perempuan. Demikian pula Tuhan, tidak ada yang menciptakan-Nya sehingga tidak ada pertanyaan siapakah yang menciptakan Tuhan. Walam yakun lahu kufuwan ahad.” [Ibnu K/Tarbiyah.net]“Nah, sekarang kau paham. Seorang pria tidak melahirkan bayi. Jadi tidak ada pertanyaan bayinya laki-laki atau perempuan. Demikian pula Tuhan, tidak ada yang menciptakan-Nya sehingga tidak ada pertanyaan siapakah yang menciptakan Tuhan. Walam yakun lahu kufuwan ahad.

Astaghfirullah!! Inilah 76 Dosa Besar yang sering Di Anggap Sepele, Nomor 4 dan 73 Paling Sering di Lakukan



Berikut ini kami sampaikan dosa-dosa besar yang ditulis di Kitab Al Kabair karya Imam Adz-Dzahabi -rahimahullah-
(edisi Indonesia: 76 Dosa Besar yg Dianggap Biasa). Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk menjauhinya, aamiin...


1. Syirik (menyekutukan Allah)
2. Membunuh
3. Sihir
4. Meninggalkan shalat
5. Tidak membayar zakat
6. Durhaka kepada ortu
7. Memakan riba
8. Memakan harta anak yatim secara dzalim
9. Dusta atas nama Nabi -shalallahu 'alaihi wasallam-
10. Tdk berpuasa pada bulan Ramadhan tanpa udzur dan tanpa rukhshah
11. Melarikan diri dari pertempuran
12. Sebagian zina lebih besar dosanya daripada sebagian lainnya
13. Pemimpin yg berkhianat, dzalim, dan bengis kepada rakyatnya
14. Minum khamr walaupun tidak sampai mabuk
15. Sombong, bangga diri, angkuh, ujub, dan congkak
16. Kesaksian palsu
17. Homo seksual
18. Menuduh wanita baik-baik melakukan zina
19. Berkhianat mengambil harta ghanimah, baitul mal, dan zakat
20. Berbuat dzalim dengan mengambil harta orang lain secara bathil
21. Mencuri
22. Merampok di jalanan
23. Sumpah dusta
24. Gemar berkata bohong
25. Bunuh diri
26. Hakim yang jahat
27. Membiarkan perbuatan keji pada istrinya
28. Perempuan menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai perempuan
29. Al-muhallil (orang yang menikahi seorang perempuan yang ditalak tiga oleh suami sebelumnya, dia menikahinya bukan untuk membina rmh tangga, tapi untuk dia ceraikan kembali setelah menggaulinya, agar suami pertamanya tersebut halal untuk menikahinya kembali) dan al-muhallal lahu (suami sebelumnya yang nikah tahlil dilakukan untuknya, agar dia dapat kembali menikahi istrinya yang telah diceraikannya dengan talak tiga tersebut)
30. Memakan bangkai, darah, dan daging babi
31. Tidak bersuci dari buang air kecil padahal itu adalah syiar kaum Nasrani
32. Melakukan pungutan liar
33. Riya' termasuk bentuk
kemunafikan
34.
Berkhianat
35. Menuntut ilmu (hanya) untuk dunia dan menyembunyikan ilmu
36. Menyebut-nyebut kebaikan yang pernah diberikan pada orang lain
37. Mendustakan qadar
38. Menguping omongan rahasia orang lain
39. Melaknat
40. Mengkhianati pemimpin dan lainnya
41. Membenarkan dukun dan ahli nujum
42. Pembangkangan istri kpd suaminya
43. Memutuskan silaturahim (dengan kerabat dekat)
44. Menggambar (makhluk hidup) di pakaian, dinding, dan semacamnya
45. Mengadu domba
46. Meratapi dan menampar pipi (saat musibah kematian menimpa)
47. Menghina nasab
48. Perbuatan melampaui batas (berbuat kerusakan)
49. Memberontak dengan senjata dan mengkafirkan karena dosa-dosa besar
50. Menyakiti kaum muslimin dan mencaci mereka
51. Menyakiti para kekasih Allah dan memusuhi mereka
52. Menjulurkan pakaian melebihi mata kaki sbg bentuk keangkuhan dan semacamnya
53. Memakai kain sutera dan emas bagi laki-laki
54. Budak yg melarikan diri (dari tuannya) dan semisalnya
55. Menyembelih untuk selain Allah seperti mengatakan, "Dengan nama Tuanku Syaikh"
56. Merubah patok-patok tanah
57. Mencela para tokoh shahabat -radhiyallahu 'anhum-
58. Mencela kaum Anshar secara umum
59. Mengajak kepada kesesatan dan memberikan contoh jalan hidup yang buruk
60. Perempuan yang menyambung rambut (hair extension), merenggangkan gigi, dan bertato
61. Orang yg menunjuk saudaranya (sesama muslim) dengan sebatang besi
62. Orang yg mengklaim (penisbatan dirinya) kpd selain bapaknya
63. Thiyarah (merasa pesimis krn burung dan semacamnya)
64. Minum menggunakan wadah emas dan perak
65. Jidal (debat), berbantah-bantahan, dan bertengkar
66. Mengebiri hamba sahaya atau memotong hidungnya atau menyiksanya secara dzalim dan semena-mena
67. Mencurangi timbangan dan takaran (dalam jual-beli)
68. Merasa aman dari makar (pembalasan) Allah
69. Putus asa dari rahmat Allah
70. Mengingkari kebaikan orang lain kepadanya
71. Menahan kelebihan air
72. Mencap wajah hewan ternak dengan besi panas
73. Berjudi
74. Berbuat kekufuran (kedzaliman) di daerah haram
75. Meninggalkan shalat Jumat agar shalat sendirian
76. Memata-matai kaum muslimin dan menyebarkan aib mereka

-- Demikian ringkasannya. Untuk keterangan yang lebih jelasnya bisa langsung merujuk ke kitabnya langsung (baik asli maupun terjemahan).
Mudah-mudahan bermanfaat...
Barokallohufiikum.

Inilah Beberapa Rahasia Dasar Mengelola Keuangan dari Rasulullah




Dengan langkah gontai, laki-laki itu datang menghadap Rasulullah. Ia sedang didera problem finansial; tak bisa memberikan nafkah kepada keluarganya. Bahkan hari itu ia tidak memiliki uang sepeserpun.
Dengan penuh kasih, Rasulullah mendengarkan keluhan orang itu. Lantas beliau bertanya apakah ia punya sesuatu untuk dijual. “Saya punya kain untuk selimut dan cangkir untuk minum ya Rasulullah,” jawab laki-laki itu.
Rasulullah pun kemudian melelang dua barang itu. “Saya mau membelinya satu dirham ya Rasulullah,” kata salah seorang sahabat.
“Adakah yang mau membelinya dua atau tiga dirham?” Inilah lelang pertama dalam Islam. Dan lelang itu dimenangkan oleh seorang sahabat lainnya.
“Saya mau membelinya dua dirham”
Rasulullah memberikan hasil lelang itu kepada laki-laki tersebut. “Yang satu dirham engkau belikan makanan untuk keluargamu, yang satu dirham kau belikan kapak. Lalu kembalilah ke sini.”
Setelah membelikan makanan untuk keluarganya, laki-laki itu datang kembali kepada Rasulullah dengan sebilah kapak di tangannya. “Nah, sekarang carilah kayu bakar dengan kapak itu…” demikian kira-kira nasehat Rasulullah. Hingga beberapa hari kemudian, laki-laki itu kembali menghadap Rasulullah dan melaporkan bahwa ia telah mendapatkan 10 dirham dari usahanya. Ia tak lagi kekurangan uang untuk menafkahi keluarganya.
Salman Al Farisi punya rumus 1-1-1. Bermodalkan uang 1 dirham, ia membuat anyaman dan dijualnya 3 dirham. 1 dirham ia gunakan untuk keperluan keluarganya, 1 dirham ia sedekahkan, dan 1 dirham ia gunakan kembali sebagai modal. Sepertinya sederhana, namun dengan cara itu sahabat ini bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa sedekah setiap hari. Penting dicatat, sedekah setiap hari.
Nasehat Rasulullah yang dijalankan oleh laki-laki di atas dan juga amalan Salman Al Farisi memberikan petunjuk kepada kita cara dasar mengelola keuangan. Yakni, bagilah penghasilan kita menjadi tiga bagian; satu untuk keperluan konsumtif, satu untuk modal dan satu untuk sedekah. Pembagian ini tidak harus sama persis seperti yang dilakukan Salman Al Farisi.

Keperluan Konsumtif

Untuk soal ini, rasanya tidak perlu diperintahkan pun orang pasti melakukannya. Bahkan banyak orang yang menghabiskan hampir seluruh penghasilannya untuk keperluan konsumtif. Tidak sedikit yang malah terjebak pada masalah finansial karena terlalu menuruti keinginan konsumtif hingga penghasilannya tak tersisa, bahkan akhirnya minus.
Yang perlu menjadi catatan, bagi seorang suami, membelanjakan penghasilan untuk keperluan konsumtif artinya adalah memberikan nafkah kepada keluarganya. Jangan sampai seperti sebagian laki-laki yang menghabiskan banyak uang untuk rokok dan ke warung, sementara makanan untuk anak dan istrinya terabaikan.

Modal

Sisihkanlah penghasilan atau uang Anda untuk
modal. Bahkan, kalaupun Anda adalah seorang karyawan atau pegawai. Sisihkanlah setiap bulan gaji Anda untuk menjadi modal atau membeli aset. Menurut Robert T. Kyosaki, inilah yang membedakan orang-orang kaya dengan orang-orang kelas menengah dan orang miskin. Orang kaya membeli aset, orang kelas menengah dan orang miskin menghabiskan uangnya untuk keperluan konsumtif. Dan seringkali orang kelas menengah menyangka telah membeli aset, padahal mereka membeli barang konsumtif; liabilitas.
Aset adalah modal atau barang yang menghasilkan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran. Barangnya bisa jadi sama, tetapi yang satu aset, yang satu liabilitas. Misalnya orang yang membeli mobil dan direntalkan. Hasil rental lebih besar dari cicilan. Ini aset. Tetapi kalau seseorang membeli mobil untuk gengsi-gengsian, ia terbebani dengan cicilan, biaya perawatan dan lain-lain, ini justru menjadi liabilitas. Robert T Kiyosaki menemukan, mengapa orang-orang kelas menengah sulit menjadi orang kaya, karena berapapun gaji atau penghasilan mereka, mereka menghabiskan gaji itu dengan memperbesar cicilan. Berbeda dengan orang yang membeli aset atau modal yang semakin lama semakin banyak menambah kekayaan mereka.
Jangan dianggap bahwa aset atau modal itu hanya yang terlihat, tangible. Ada pula yang tak terlihat, intangible. Contohnya ilmu dan skill. Jika Anda adalah tipe profesional, meningkatkan kompetensi dan skill adalah bagian dari modal, bagian dari aset. Dengan kompetensi yang makin handal, nilai Anda meningkat. Penghasilan juga meningkat.

Sedekah

Jangan lupa sisihkan penghasilan Anda untuk sedekah. Mengapa? Sebab ia adalah bekal untuk kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Baik sedekah wajib berupa zakat maupun sedekah sunnah.
Apa yang dilakukan Salman Al Farisi adalah amal yang luar biasa. Ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya. Jadi kita kita punya gaji atau penghasilan tiga juta, lalu kebutuhan konsumtif keluarga kita satu juta, kita baru bisa menandingi Salman Al Farisi jika bersedekah satu juta pula. Namun karena ada hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa sedekah satu bukit tidak dapat menyamai sedekah satu mud para sahabat, kita tak pernah mampu menandingi sedekah Salman Al Farisi.
Harta sejati kita yang bermanfaat di akhirat nanti adalah apa yang kita sedekahkan. Lalu mengapa kita membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian; konsumsi, modal dan sedekah? Mengapa tidak semuanya disedekahkan? Sebab konsumsi dan modal sesungguhnya juga pendukung sedekah kita. Jika keperluan konsumsi kita terpenuhi, maka fisik kita relatif lebih sehat. Dengan fisik yang sehat, kita bisa beribadah dan bekerja yang sebagian hasilnya untuk sedekah. Mengapa perlu mengalokasikan untuk modal/aset? Karena ia akan semakin memperbesar pemasukan kita dan dengannya kita menjadi lebih mudah untuk bersedekah dalam jumlah lebih besar dan juga lebih banyak beramal.

Ketahui,Jika Kau Mencintai Pria Beristri, Perhatikan 5 Hal Ini


Orang bilang, cinta itu misteri. Terkadang cinta hadir tanpa diminta. Tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama, terkadang cinta tumbuh perlahan karena kedekatan atau karena merasakan kebaikan.
Bagaimana jika seorang wanita lajang jatuh cinta kepada pria yang telah beristri? Perhatikan 5 hal berikut ini:

1. Perhatikan peluang

Cinta yang datang tidak selalu harus diperturutkan. Sebab meskipun cinta bisa datang tanpa diminta, manusia diberikan pilihan untuk meredam atau memupuknya. Sebagaimana ilham fujur dan taqwa dalam firman-Nya:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya” (QS. Asy Syams: 8)
Maka sebelum memutuskan untuk mengikuti cinta itu, perhatikan peluangnya. Apakah bisa menuju ke pelaminan atau tidak. Tentu pertimbangannya banyak. Jika kau tahu istrinya setuju poligami, pria itu juga memiliki pemahaman yang baik tentang poligami, engkau boleh memupuk cinta itu dan mengatakannya baik melalui wali atau secara langsung sebagaimana seorang wanita pernah datang menghadap Rasulullah dan menyatakan ingin dinikahi.
Namun jika engkau tahu secara pasti bahwa cinta itu takkan bermuara pada pernikahan, segera redam cinta itu. Kubur dalam-dalam. Sebab seperti kata Anis Matta dalam Serial Cinta, cinta antara pria dan wanita tanpa pernikahan adalah penderitaan.
“Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab,” tulis Anis Matta di bawah judul Cinta Bersemi di Pelaminan.

2. Jangan nyatakan cinta jika merusak rumah tangga

Ketika wanita mencintai pria yang telah beristri, ia perlu mempertimbangkan masak-masak apakah akan menyatakannya atau tidak. Perlu diketahui bahwa ada laki-laki yang cepat tergoda dengan wanita lain, apalagi jika wanita itu menyatakan cinta kepadanya. Seperti kata pepatah “rumput tetangga terlihat lebih hijau” dia mungkin tergoda untuk mencoba sesuatu yang baru dalam cinta.
Jika hal itu mengakibatkannya menjalin hubungan haram, atau membuat rumah tangganya rusak, maka dosa besar bagi wanita yang menyatakan cinta dan membuat rusak satu rumah tangga tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Dan barang siapa yang merusak hubungan seorang istri dengan suaminya maka ia bukan termasuk dari golongan kami” (HR. An Nasai)

3. Jangan dilanjutkan dengan pacaran

Jangan sekali-kali cinta kepada pria yang telah beristri membuat Anda terjerumus dalam pacaran. Misalnya Anda menyatakan cinta, pria itu juga cinta tetapi tidak berlanjut ke pernikahan.
Pacaran yang membuat pria dan wanita menjalin hubungan tidak halal, saling merayu dan bermesraan bahkan bersentuhan adalah hal yang diharamkan. Apalagi jika hal itu terjadi pada pria beristri. Sebagaimana zina bagi orang yang telah menikah hukumannya lebih berat daripada zinanya orang yang belum menikah, pacarannya orang yang telah menikah dosanya juga lebih besar daripada pacarannya orang yang belum menikah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Seseorang yang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”(HR. Thabrani)

4. Jangan dekati zina, apalagi berzina

Jika cinta tak bisa bertemu dalam pelaminan, ujung-ujungnya adalah penderitaan. Mungkin penderitaan karena menahan luapan cinta, dan yang lebih parah adalah jika memperturutkannya dengan pacaran yang merupakan perbuatan mendekati zina. Apalagi jika sampai selingkuh atau berzina. Dosanya menjadi jauh lebih besar.
Begitu kejinya perbuatan zina, jika dalam perkara haram yang lain Allah sekedar melarangnya, dalam perkara zina Allah tidak hanya melarangnya tetapi juga melarang mendekatinya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra’: 32)

5. Mendekat pada Allah dan banyak berdoa

Jika engkau meyakini cinta itu dari Allah, sesungguhnya Dia-lah yang kuasa mengaturnya. Cinta adalah pekerjaan hati dan hanya Allah yang Maha Menguasai hati.
Maka mendekatlah kepada Allah dengan memperbanyak ibadah dan berdoalah kepada-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan doa

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Ya Allah Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Tundukkan hati di hadapan-Nya, berserah diri-lah padaNya dengan khusyu’ berdoa jika tumbuh cinta yang engkau tak tahu bagaimana kelanjutannya. Semoga Allah memberikan yang terbaik dan menjaga hati tetap dalam jalan yang diridhaiNya.